Rabu, 19 Desember 2012

Yang tak selesai

Ada yang ingin kukatakan padamu, banyak sekali..tapi sepertinya waktu terlalu cepat berlalu merebut detik detik yang berpacu begitu cepat. Banyak yang tak kau ketahui, karena itu janganlah membuat kesimpulan sendiri. Kau selalu berkata, "belajarlah untuk memahami apa yang orang lain pikirkan, bukan apa yang kita pikirkan". Kata yang bijak. Aku coba pahami itu. Tapi pernahkah kau memahami apa yang kupikirkan.

Aku tak henti berpikir, karena ada yang tak selesai. Aku tak henti bertanya, karena tak ada jawaban. Tapi akhirnya aku mulai berhenti berpikir, aku mulai berhenti bertanya.

Senin, 07 November 2011

Memetik Bintang

Cukup sudah terkesima
menatap jauh menembus batas langit,
tak berbatas
melewati bintang, menghabiskan malam
dalam sejuta kediaman
cukup sudah....

Sesegera mungkin,
aku harus entaskan lamunan tak berkesudahan ,
ribuan bertanyaan, berbaris menanti jawaban
yang tak selesai dengan andai
yang telah dimulai harus dituntaskan

jangan, jangan pernah hentikan,
tangan yang gemetar bukan isyarat kelemahan
tapi kobaran semangat yang tak tertahankan..
seiring bisikanMu lewat angin
Wahai...
Jangan pernah menunggu bintang jatuh
tapi terbanglah,
mengudaralah,
bentangkan sayapmu
mengangkasa setinggi-tingginya
sampai kau petik sendiri bintang dengan jari-jarimu..

Jumat, 16 September 2011

Show Me the meaning of being lonely

So many words for the broken heart
It's hard to see in a crimson love
So hard to breathe
Walk with me and maybe

Nights of light so soon become
Wild and free I could feel the sun
Your every wish will be done
They tell me

( chorus )
Show me the meaning of being lonely
Is this the feeling I need to walk with
Tell me why I can't be there where you are
There's something missing in my heart

Life goes on as it never ends
Eyes of stone observe the trends
They ever say forever gaze
Guilty roads to an endless love

There's no control
Are you with me now
Your every wish will be done
They tell me

There's nowhere to run
I have no place to go
Surrender my heart, body and soul
How can it be you're asking me to feel
The things you ever show

You are missing in my heart
Tell me why I can't be there where you are

( repeat chorus )

By. BSB

Minggu, 29 Mei 2011

Takdir..?



Kau aku bertemu karena takdir
Itu katamu
Dan telah kulepaskan juga engkau kepada takdir
takdir jugakah itu..?
Atau karena kita telah menyerah
Dan bersembunyi dibalik kata takdir
Ahh..

Minggu, 08 Mei 2011

Kepada Hatiku


Jangan bersedih hatiku.

Memang rasa sudah membatu,

Tapi celahpun masih mungkin bisa ketemu.

Sebab perahu qt masih berlabuh.

Tak apalah jika ,memang begitu.

Karena memang itu hal yang baru dan qt pun selalu berguru.

Adakah tak mendapatkan ilmu?



SADARILAH

Sebelum fajar memergoki qt,

Sedang qt tak berbekal sesuatu,

Dan qt masih cukup waktu untuk menyisir jalan

menguak jendela pengap..

Senin, 25 April 2011

Sayap-sayap patah


Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…

Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..

Kahlil Gibran

Senin, 11 April 2011

NYANYIAN HUJAN



Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku, bagi menyirami ladang dan lembahnya.
Aku ini taburan mutiara, yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar, oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.
Pabila kuurai air mata, bukit-bukit tertawa;
Pabila aku meniup rendah, bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.
Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuubati dari luka.



Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar pemergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulakan pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.
Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama pawana,
Pabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun, kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.
Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.



Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari syurga.
Maka, disertai cinta kasih -
dihela dari kedalaman laut kasih-sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan syurga abadi.


Khalil Gibran